Rumah Kita

15 Agustus 2012 yang lalu merupakan hari kepindahan kami ke rumah baru. Rumah kita. Sebuah rumah besar milik seorang musisi legendaris Indonesia disebuah desa bernama Leuwinanggung.

Rumah Kita-Leuwinanggung

Rumah dengan keluarga besar yang hangat, terdiri dari beberapa keluarga yang datang dari belahan tempat berbeda, beragam bahasa dan beraneka cerita. Tinggal bersama di rumah Lewuinanggung, Rumah Kita.

bersama kakak ade di Rumah Kita

Dirumah ini tercium dinginnya embun di setiap pagi, terekam jelas ditelinga suara-suara jangkrik di malam hari, bahkan bau tanah merah basahnya sangat menenangkan sehabisnya hujan datang.

Dirumah ini kami semua memakan makanan hasil panen kebun sekitar rumah. Segala sayur mayur dan buah ada disini. Mulai dari terong, jagung, kecombrang, manggis hingga mangga gincu dan sukun ada disetiap kebun. Bahkan tepat di area sebelah kamar saya ada lebih dari 5 kolam-kolam empang buatan untuk berbagai jenis ikan.

Setiap subuh menjadi momen special tersendiri buat saya ketika keluar kamar untuk berwudhu melewati jalan setapak kerikil diantara kolam-kolam ikan. Bahkan kodok-kodok menyusul setiap langkah kaki saya dari pinggiran kolam #lucu.

Anak bungsu saya yang memang sangat aktif  bebas berlarian di rumput-rumput hijau sekitar kamar yang ditumbuhi beberapa pohon kelapa yang sangat manis airnya. Sementara kakaknya, sama seperti saya, cukup puas dengan segala nikmat ketenangan alam Leuwinaggung.

Kami memiliki sebuah ruang makan tempat kami menikmati hasil matang kebun olahan Bik Iyam. Bercanda gurau dengan seluruh penghuni rumah, lalu makan bersama.

3 hari tinggal di rumah kita, bellspalsy saya membaik, bahkan seminggu kemudian sembuh. Alam Leuwinanggung dan keluarga besar rumah kita sangat memebantu saya dalam menjemput kesembuhan dari Allah.

Kami bahagia disini, di Leuwinanggung, di Rumah Kita🙂

Categories: Day by Day | Tags: , | Tinggalkan komentar

Sedekah Sehari Seribu

Sebenarnya sudah lama dengar program ini dari twitter, namun baru kali ini baru sempat buka blog nya, www.sedekahharian.com memang sangat menyentuh nurani saya bahwa sedekah tidak perlu nunggu gajian dan jumlahnya bulat Rp 100.000 atau Rp 500.000 atau bahkan Rp 1.000.000.

Bagi karyawan bergaji standar UMR dengan 2 orang anak seperti saya rasanya jika sedekah harus menunggu 3 nilai bentuk bulat tersebut diatas bisa-bisa sebelum jumlahnya genap sudah keburu terpakai untuk kebutuhan-kebutuhan yang tak kunjung habis😛 Naaah…dengan adanya program sedekah sehari seribu ini insyaAllah sedekah bukan lagi nazar yang selalu berhasil digagalkan syaitan. Terlebih lagi ini bulan Ramadhan, jadi bisa melatih anak-anak saya terutama anak sulung saya yang duduk di bangku sekolah dasar untuk mulai menyisihkan uang jajannya -yang toh tidak dibelanjakannya saat disekolah karena memang dia sudah berlatih puasa sehari penuh- untuk disedekahkan.

Sedekah mulai saya agendakan menjadi menu utama pembelajaran pendidikan emotional intelligence anak-anak saya. Dengan melatih anak-anak menjadi pribadi yang dermawan nantinya secara otomatis akan membuatnya menjadi pribadi tangguh dan pekerja pintar yang bekerja tidak hanya memikirkan dirinya sendiri namun juga kebutuhan saudara-saudaranya, khususnya kaum muslimin yang membutuhkan.

Tidak perlu repot browsing penyalur-penyalur sodaqoh atau lembaga zakat untuk mendonasikan sedekah sehari seribu kami, kebetulan didekat tempat tinggal kami ada beberapa panti asuhan sehingga bisa disalurkan kesana. Kunjungan langsung ke tempat-tempat seperti panti asuhan akan menjadi wisata rohani yang mendidik untuk anak-anak. Dan juga dengan mendonasikan langsung dapat melatih orang tua dan anak untuk belajar komitmen serta managemen sedekah bersama, lebih memperkuat niat dan lebih jeli menerawang lingkungan sekitar untuk mengetahui siapa saja yang membutuhkan sedekah dari kalangan terdekat.

Mari bersedekah…mari peluk saudara-saudara kita yang membutuhkan…mari jemput ridho Allah SWT🙂

Categories: Day by Day | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Bahaya Bell’s Palsy

Beberapa hari ini saya sangat bahagia. Bahagia karena saya telah sembuh dari Bell’s Palsy. Sebuah penyakit yang tidak pernah saya ketahui sebelumnya dan tentu saja tidak terbersit akan mengalaminya.

Memang sudah satu tahun ini sejak berkerja dikantor baru saya sering mengalami sakit kepala. 2 minggu sebelum 4 Juli 2012 saya mengalami sakit kepala yang tak kunjung sembuh walaupun sudah minum obat pereda sakit kepala. Ditambah lagi kepala bagian belakang telinga saya rasanya luar biasa sakit. Hingga akhirnya pada 4 Juli 2012 saya merasakan ngilu pada wajah saya. Makan, menguap bahkan tersenyum rasanya sangat tidak nyaman, air mata saya pun terus mengalir tanpa bisa saya kendalikan.

Setelah mengunjungi Dr specialis syaraf di sebuah RS swasta di Depok akhirnya saya dirujuk ke Dr Specialis bedah mulut karena diduga menderita TMJ (Temporo Mandibular Disorder) atau gangguan pada sendi rahang. Lanjut di Dr specialis bedah mulut saya disarankan untuk rotgen panoramik. Dari hasil panoramik tersebut maka  diketahui bahwa ternyata 2 calon gigi bungsu saya tumbuh nyungsang atau horizontal, diduga si calon gigi bermasalah tersebutlah yang menjadi penyebab sakit kepala saya selama ini. Dokter bedah mulut pun mejadwalkan operasi kecil untuk mengangkat calon gigi bungsuku beberapa hari kedepan.

Sepulangnya dari rumah sakit dan menerima jadwal operasi gigi itu saya merasa agak sedikit lega karena penyebab sakit saya sudah diketahui. Namun alangkah kagetnya saat malam hari di 4 J uli tersebut mendadak mulut saya miring ke kiri. Wajah kiri saya rasakan mati rasa atau kebal. Air matak saya terus mengalir deras tanpa bisa terkendali, bicara menjadi tidak jelas, bibir pun tidak bisa mengatup tanpa dibantu sehingga air yang saya minum terus keluar dari mulut, saya juga tidak bisa menggunakan sedotan untuk minum karena tidak bisa menghisap, bahkan alis mata saya tidak bisa digerakkan. 2 hari mengalami lumpuh wajah sebelah kiri lalu berlanjut lumpuhnya seluruh bagian wajah saya, tidak hanya kiri, seluruh wajah, kanan dan kiri. Subhanallah…nikmat dan hidayah Allah SWT sangat nyata pada saya :”

Dalam keadaan syok dan sedih luar biasa keesokan harinya saya kembali ke dokter bedah mulut yang menangani saya, namun dengan agak sedikit terkaget sang dokter merujuk saya kembali ke Dr specialis syaraf. Beliau mengatakan bahwa gigi bungsu saya yang tumbuh horizontal tidak akan sampai menyebabkan kelumpuhan wajah seperti yang saya alami, sehingga operasi gigi bungsu saya pun dibatalkan. Saya putuskan untuk pindah rumah sakit.

Akhirnya bertemulah saya dengan seorang Dr specialis syaraf bernama Dr Agus di RSUD Sawangan Depok. Dengan tersenyum dan terus memberi semangat Dr Agus menjelaskan bahwa saya mengalami gangguan atau kerusakan pada syaraf nomor 7, atau sering disebut Bell’s Palsy. Bell’s Palsy biasanya disebabkann karena angin dingin atau AC yang langsung menerpa wajah atau bagian tubuh kita secara terus menerus yang akhirnya menyebabkan syaraf membeku atau membengkak sehingga tidak bisa menerima perintah dari otak untuk melakukan gerakan. Memang dikantor baru yang baru 1 tahun ini AC bertengger tepat diatas kepala bagian kanan saya.

Sedih ? SANGAT. Saat antri di rumah sakit sebelum bertemu Dr Agus beberapa orang pasien mencoba mengajak berbincang, saya jawab sebisa saya dengan bicara yang tidak begitu jelas, kebetulan suami saya berada agak jauh karena sedang mengurus administrasi rumah sakit, orang pertama yang bertanya pada saya agak terkaget mendengar bicara saya. Saat ada orang kedua bertanya kepada saya..orang pertama tersebut menjawab “mbak nya tuna rungu” dengan suara perlahan namun tetap bisa terdengar oleh saya. Ingin marah tapi apa hak saya karena memang benar bahwa bicara saya terdengar seperti itu. Saya pergi ke arah suami sambil menangis.

Allaaaaaah….apa maksud semua ini :”

Alhammdulillah setelah lebih dari 2 minggu ditangani Dr Agus dengan obat dan terapi akhirnya keadaan saya membaik. Minggu pertama minum obat dan terapi saya sudah bisa menggerakan alis wajah walaupun hanya sedikiiiiiiit sekali. Hari ke delapan saya sudah bisa menguap. Dua orang sahabat yang kebetulan teman dan suaminya pernah mengalami hal yang sama menyarankan agar saya sering mengunyah permen karet, Dr Agus pun membenarkan hal itu. Setiap hari saya mengunyah permen karet dan memanasi wajah dengan kompres air hangat atau dengan alat faical yang mengeluarkan uap panas untuk wajah.

Hari ke hari keadaan saya semakin membaik. Hari ini wajah saya sudah menjadi normal seperti sedia kala. Bisa menguap, makan, berhenti menangis, memejamkan mata dengan kuat, mengangkat alis, tersenyum, berkumur..semua menjadi sebuah kenikmatan tak terhingga untuk saya sekarang. Alhamdulillahirrobbil alamiin.

Maka dari itu bagi teman-teman sekalian mohon berhati-hati jika sering terkena terpaan angin langsung pada wajah, seperti pengendara motor, atau yang hobi memancing terutama memancing di malam hari, atau pekerja kantoran yang sehari-hari terkurung di ruangan ber-AC ataupun yang di rumah beraktifitas atau tidur dengan AC terus menerus. Dikhawatirkan syaraf wajah akan membeku. Berhati-hatilah dengan sakit kepala berkepanjangan apalagi jika sudah tersa sakit pada bagian belakang telinga, biasanya tidak lama akan disertai rasa ngilu pada wajah. Berhati-hatilah. Sebaiknya hindari berada di ruang ber-AC terus menerus apalagi kalau angin AC langsung menerpa tubuh atau wajah kita. Bagi pengendara bermotor dapat menggunakan helm full face, masker muka dan syal.

Subhanallah….terasa sekali bahwa kita bukan lah siapa-siapa, hanya selembar jiwa yang terperangkap dalam seonggok daging bertulang yang segala-galanya dikendalikan sang Khalik, Allah swt. Bahkan untuk tersenyum pun kita memerlukan izin dan ridho Allah SWT. Raga ini hanyalah pinjaman yang tidak bersurat, sudah sepantasnyalah kita bersyukur dan menghadirkan Allah disetiap detik-detik kehidupan kita di dunia.

Saya yakin semua ini adalah pesan sayang Allah SWT kepada saya.

Jaga terus kesehatan dan perbaiki pola hidup yaaa🙂

Categories: Day by Day | Tags: , | 4 Komentar

Blog di WordPress.com.