Bahaya Bell’s Palsy

Beberapa hari ini saya sangat bahagia. Bahagia karena saya telah sembuh dari Bell’s Palsy. Sebuah penyakit yang tidak pernah saya ketahui sebelumnya dan tentu saja tidak terbersit akan mengalaminya.

Memang sudah satu tahun ini sejak berkerja dikantor baru saya sering mengalami sakit kepala. 2 minggu sebelum 4 Juli 2012 saya mengalami sakit kepala yang tak kunjung sembuh walaupun sudah minum obat pereda sakit kepala. Ditambah lagi kepala bagian belakang telinga saya rasanya luar biasa sakit. Hingga akhirnya pada 4 Juli 2012 saya merasakan ngilu pada wajah saya. Makan, menguap bahkan tersenyum rasanya sangat tidak nyaman, air mata saya pun terus mengalir tanpa bisa saya kendalikan.

Setelah mengunjungi Dr specialis syaraf di sebuah RS swasta di Depok akhirnya saya dirujuk ke Dr Specialis bedah mulut karena diduga menderita TMJ (Temporo Mandibular Disorder) atau gangguan pada sendi rahang. Lanjut di Dr specialis bedah mulut saya disarankan untuk rotgen panoramik. Dari hasil panoramik tersebut maka  diketahui bahwa ternyata 2 calon gigi bungsu saya tumbuh nyungsang atau horizontal, diduga si calon gigi bermasalah tersebutlah yang menjadi penyebab sakit kepala saya selama ini. Dokter bedah mulut pun mejadwalkan operasi kecil untuk mengangkat calon gigi bungsuku beberapa hari kedepan.

Sepulangnya dari rumah sakit dan menerima jadwal operasi gigi itu saya merasa agak sedikit lega karena penyebab sakit saya sudah diketahui. Namun alangkah kagetnya saat malam hari di 4 J uli tersebut mendadak mulut saya miring ke kiri. Wajah kiri saya rasakan mati rasa atau kebal. Air matak saya terus mengalir deras tanpa bisa terkendali, bicara menjadi tidak jelas, bibir pun tidak bisa mengatup tanpa dibantu sehingga air yang saya minum terus keluar dari mulut, saya juga tidak bisa menggunakan sedotan untuk minum karena tidak bisa menghisap, bahkan alis mata saya tidak bisa digerakkan. 2 hari mengalami lumpuh wajah sebelah kiri lalu berlanjut lumpuhnya seluruh bagian wajah saya, tidak hanya kiri, seluruh wajah, kanan dan kiri. Subhanallah…nikmat dan hidayah Allah SWT sangat nyata pada saya :”

Dalam keadaan syok dan sedih luar biasa keesokan harinya saya kembali ke dokter bedah mulut yang menangani saya, namun dengan agak sedikit terkaget sang dokter merujuk saya kembali ke Dr specialis syaraf. Beliau mengatakan bahwa gigi bungsu saya yang tumbuh horizontal tidak akan sampai menyebabkan kelumpuhan wajah seperti yang saya alami, sehingga operasi gigi bungsu saya pun dibatalkan. Saya putuskan untuk pindah rumah sakit.

Akhirnya bertemulah saya dengan seorang Dr specialis syaraf bernama Dr Agus di RSUD Sawangan Depok. Dengan tersenyum dan terus memberi semangat Dr Agus menjelaskan bahwa saya mengalami gangguan atau kerusakan pada syaraf nomor 7, atau sering disebut Bell’s Palsy. Bell’s Palsy biasanya disebabkann karena angin dingin atau AC yang langsung menerpa wajah atau bagian tubuh kita secara terus menerus yang akhirnya menyebabkan syaraf membeku atau membengkak sehingga tidak bisa menerima perintah dari otak untuk melakukan gerakan. Memang dikantor baru yang baru 1 tahun ini AC bertengger tepat diatas kepala bagian kanan saya.

Sedih ? SANGAT. Saat antri di rumah sakit sebelum bertemu Dr Agus beberapa orang pasien mencoba mengajak berbincang, saya jawab sebisa saya dengan bicara yang tidak begitu jelas, kebetulan suami saya berada agak jauh karena sedang mengurus administrasi rumah sakit, orang pertama yang bertanya pada saya agak terkaget mendengar bicara saya. Saat ada orang kedua bertanya kepada saya..orang pertama tersebut menjawab “mbak nya tuna rungu” dengan suara perlahan namun tetap bisa terdengar oleh saya. Ingin marah tapi apa hak saya karena memang benar bahwa bicara saya terdengar seperti itu. Saya pergi ke arah suami sambil menangis.

Allaaaaaah….apa maksud semua ini :”

Alhammdulillah setelah lebih dari 2 minggu ditangani Dr Agus dengan obat dan terapi akhirnya keadaan saya membaik. Minggu pertama minum obat dan terapi saya sudah bisa menggerakan alis wajah walaupun hanya sedikiiiiiiit sekali. Hari ke delapan saya sudah bisa menguap. Dua orang sahabat yang kebetulan teman dan suaminya pernah mengalami hal yang sama menyarankan agar saya sering mengunyah permen karet, Dr Agus pun membenarkan hal itu. Setiap hari saya mengunyah permen karet dan memanasi wajah dengan kompres air hangat atau dengan alat faical yang mengeluarkan uap panas untuk wajah.

Hari ke hari keadaan saya semakin membaik. Hari ini wajah saya sudah menjadi normal seperti sedia kala. Bisa menguap, makan, berhenti menangis, memejamkan mata dengan kuat, mengangkat alis, tersenyum, berkumur..semua menjadi sebuah kenikmatan tak terhingga untuk saya sekarang. Alhamdulillahirrobbil alamiin.

Maka dari itu bagi teman-teman sekalian mohon berhati-hati jika sering terkena terpaan angin langsung pada wajah, seperti pengendara motor, atau yang hobi memancing terutama memancing di malam hari, atau pekerja kantoran yang sehari-hari terkurung di ruangan ber-AC ataupun yang di rumah beraktifitas atau tidur dengan AC terus menerus. Dikhawatirkan syaraf wajah akan membeku. Berhati-hatilah dengan sakit kepala berkepanjangan apalagi jika sudah tersa sakit pada bagian belakang telinga, biasanya tidak lama akan disertai rasa ngilu pada wajah. Berhati-hatilah. Sebaiknya hindari berada di ruang ber-AC terus menerus apalagi kalau angin AC langsung menerpa tubuh atau wajah kita. Bagi pengendara bermotor dapat menggunakan helm full face, masker muka dan syal.

Subhanallah….terasa sekali bahwa kita bukan lah siapa-siapa, hanya selembar jiwa yang terperangkap dalam seonggok daging bertulang yang segala-galanya dikendalikan sang Khalik, Allah swt. Bahkan untuk tersenyum pun kita memerlukan izin dan ridho Allah SWT. Raga ini hanyalah pinjaman yang tidak bersurat, sudah sepantasnyalah kita bersyukur dan menghadirkan Allah disetiap detik-detik kehidupan kita di dunia.

Saya yakin semua ini adalah pesan sayang Allah SWT kepada saya.

Jaga terus kesehatan dan perbaiki pola hidup yaaa🙂

Categories: Day by Day | Tags: , | 4 Komentar

Navigasi pos

4 thoughts on “Bahaya Bell’s Palsy

  1. irsan

    Dear indri
    Terimaksih atas sharingnya,informasinya sangat berguna ϑäπ bermanfaat ϋπτϋќ saya yang juga sedang terkena bells palsy sudah 6 hari ,terimakasih

  2. Irsan, sudah ditangani oleh Dokter specialis syaraf kah ?
    Saya ada kontaknya Dokter Agus yang menangani saya, mau ?
    Tetap semangat ya, terus latihan kumur, kunyah permen karet juga hangatkan muka dengan rutin dengan botol berisi air panas atau hair dryer. Juga jangan putus berdoa🙂

  3. Ratna

    assalamualaikum indri..saya ratna, saya terkena bell’s palsy sudah 2 hari ini..kira2 penyembuhan secara total berapa hari dan apa saja yg harus saya lakukan baik secara rutin maupun tidak rutin? saya sudah ditangani dokter syaraf dan menunggu skitar 5 hari utk dapat dilakukan fisioterapi..mohon sharingnya ya..terimakasih🙂

    • Wa’alaikumsalam warohmatullah wabarakatuh Ratna. Saya turut prihatin dengan keadaanmu, saya juga pernah mengalami bahkan dalam masa yang cukup lama.
      Jika Ratna tanya waktu penyembuhannya terus terang saya tidak tahu. Yang saya alami lebih dari satu bulan, bahkan hingga saat ini, 6 bulan sejak sembuh, saya menjadi sering sekali sakit kepala, disaat sakit kepala berlangsung agak lama maka akan diikuti kram pada wajah, persis seperti awal masa terserang bellpalsy, hanya saja saat ini kramnya tidak sampai melumpuhkan wajah.
      Berdasarkan apa yang dikatakan dokter yang menangani saya saat itu, kondisi bellpalsy dan waktu penyembuhan pada tiap orang berbeda-beda, tergantung penyebabnya dan penanganannya. Saya juga diberitahu teman yang suaminya juga pernah mengalami bellpalsy untuk rajin memberi hawa hangat ke wajah, dengan cara memakai hair dryer, arahkan hair dryer langsung ke muka agar hangatnya terasa. Atau bisa juga dengan mengisi botol kaca dengan air hangat lalu gosok-gosokkan ke wajah. Alhamdulillah tips dari teman saya itu mempercepat masa penyembuhan saya. Mengunyah permen karet dan rajin berkumur juga disarankan oleh dokter kala itu. In syaa Allaah membantu. Itu yang saya lakukan saat terkena bellpalsy. Jangan lupa berdo’a, karena kesembuhan datang dari Allah.

      Sabar dan kuat ya. Batin dan pikiran yang tenang juga ikut membantu mempercepat proses penyembuhan, banyak-banyak dengarkan murotal Qur’an disaat sengganag atau saat melakukan terapi botol hangat atau terapi hair dryer seperti yang saya tuliskan diatas ya.

      Semoga lekas sembuh Ratna :’)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.