Sedekah Sehari Seribu

Sebenarnya sudah lama dengar program ini dari twitter, namun baru kali ini baru sempat buka blog nya, www.sedekahharian.com memang sangat menyentuh nurani saya bahwa sedekah tidak perlu nunggu gajian dan jumlahnya bulat Rp 100.000 atau Rp 500.000 atau bahkan Rp 1.000.000.

Bagi karyawan bergaji standar UMR dengan 2 orang anak seperti saya rasanya jika sedekah harus menunggu 3 nilai bentuk bulat tersebut diatas bisa-bisa sebelum jumlahnya genap sudah keburu terpakai untuk kebutuhan-kebutuhan yang tak kunjung habis😛 Naaah…dengan adanya program sedekah sehari seribu ini insyaAllah sedekah bukan lagi nazar yang selalu berhasil digagalkan syaitan. Terlebih lagi ini bulan Ramadhan, jadi bisa melatih anak-anak saya terutama anak sulung saya yang duduk di bangku sekolah dasar untuk mulai menyisihkan uang jajannya -yang toh tidak dibelanjakannya saat disekolah karena memang dia sudah berlatih puasa sehari penuh- untuk disedekahkan.

Sedekah mulai saya agendakan menjadi menu utama pembelajaran pendidikan emotional intelligence anak-anak saya. Dengan melatih anak-anak menjadi pribadi yang dermawan nantinya secara otomatis akan membuatnya menjadi pribadi tangguh dan pekerja pintar yang bekerja tidak hanya memikirkan dirinya sendiri namun juga kebutuhan saudara-saudaranya, khususnya kaum muslimin yang membutuhkan.

Tidak perlu repot browsing penyalur-penyalur sodaqoh atau lembaga zakat untuk mendonasikan sedekah sehari seribu kami, kebetulan didekat tempat tinggal kami ada beberapa panti asuhan sehingga bisa disalurkan kesana. Kunjungan langsung ke tempat-tempat seperti panti asuhan akan menjadi wisata rohani yang mendidik untuk anak-anak. Dan juga dengan mendonasikan langsung dapat melatih orang tua dan anak untuk belajar komitmen serta managemen sedekah bersama, lebih memperkuat niat dan lebih jeli menerawang lingkungan sekitar untuk mengetahui siapa saja yang membutuhkan sedekah dari kalangan terdekat.

Mari bersedekah…mari peluk saudara-saudara kita yang membutuhkan…mari jemput ridho Allah SWT🙂

Categories: Day by Day | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.